LAPORAN
PENELITIAN
“PENGARUH
CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN TANAMAN KACANG HIJAU”
Di susun
oleh:
Roselina
Krismayanti
Kelas: X
TKJ 4
SMK
NEGERI 6 GARUT
Jl. Raya
Limbangan Km.01 Desa. Cijolang-Limbangan 44186
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah senantiasa melimpahkan Rahmat
dan Hidayah- NYA sehingga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dalam
menjalankan aktifitas sehari-hari. Penyusun juga panjatkan kehadiran ALLAH SWT,
karena hanya dengan kerido’an-NYA Laporan Penelitian dengan judul “PENGARUH
CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KACANG HIJAU” ini dapat
terselesaikan.
Penulis menyadari betul sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak,
laporan ini tidak akan terwujud dan masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
dengan segala kerendahan hati penulis berharap saran dan kritik demi
perbaikan-perbaikan lebih lanjut.
Akhirnya
penulis berharap, semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi yang
membutuhkan.
Garut, 07 Desember 2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar belakang
1.2. Rumusan
masalah
1.3. Tujuan
1.4. Manfaat
penelitian
BAB II TINAJUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian
Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
2.2. Tahapan
Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
2.3 Hipotesis
BAB III ALAT DAN BAHAN
BAB IV HASIL DAN ANALIS
3.1. Tabel dan Data Hasil
Pengamatan
3.2. Analisa Data
BAB V PENUTUP
4.1. Kesimpulan
4.2. Saran
BAB
I PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Salah satu ciri makhluk hidup adalah tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan
merupakan bertambahnya jumlah dan besarnya sel diseluruh bagian tubuh yang
secara kuantitatif dapat diukur atau suatu peningkatan dalam berat atau
ukuran dari seluru/sebagian dari organisme, sedangkan perkembangan merupakan
bertambahnya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh, kematangan
dan belajar atau peningkatan kemahiran dalam penggunaan tubuh (Sacharin,1996).
Pertumbuhan
dan perkembangan merupakan proses yang saling berhubungan. Ada banyak faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan dan pekembangan tumbuhan. Faktor-faktor
tersebut dikelompokan menjadi 2, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal merupakan faktor yang meliputi faktor genetis (hereditas)
dan factor fisiologis, sedangkan faktor eksternal atau faktor lingkungan
merupakan faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari
lingkungan atau ekosistem. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan adalah cahaya.
Cahaya yang dibutuhkan tumbuhan tidak selalu sama pada
setiap tanaman. Ada jenis-jenis tumbuhan yang memerlukan cahaya penuh dan ada
pula yang memerlukan remang-remang untuk pertumbuhannya. Banyak sekali teori
yang menjelaskan tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tumbuhan. Namun
teori tersebut belum sepenuhnya dapat dipelajari jika kita belum mengetahui
kebenarannya pada lingkungan kita. Selain itu, masing banyak siswa dan siswi
yang belum dapat menjelaskan pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan.
Untuk itu,
penulis mengadakan penelitian untuk lebih mengetahui dan membuktikan
kebenaran teori tersebut. Dengan berlandaskan teori tersebut, didalam
penelitian ini, penulis akan mengamati pertumbuhan dan perkembangan biji kacang
hijau.
1.2. Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut dapat dirumuskan suatu
masalah, yaitu
:
1. Adakah pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang
hijau?
2. Bagaimana pengaruh cahaya terhadap
pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau.
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan
penelitian karya tulis ilmiah Pengaruh
cahaya terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Kacang
Hijau ini adalah
:
1. Untuk mengetahui pengaruh
cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.
2. Untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan
perkembangan biji kacang hijau yang diletakan dilingkungan yang berbeda
intensitas cahayanya.
1.4.
Manfaat Penelitian
1.
Manfaat untuk
penulis
Dengan
adanya penulisan karya tulis ilmiah ini, dapat memberikan pengalaman serta
pengetahuan bagi penulis tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan
perkembangan kacang hijau dan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji
kacang hijau yang diletakan dilingkungan yang berbeda intensitas cahayanya.
2.
Manfaat untuk pembaca
Untuk
menambah wawasan dan pengetahuan tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan
dan perkembangan kacang hijau dan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji
kacang hijau yang diletakan dilingkungan yang berbeda intensitas cahayanya,
sehingga menanam kacang hijau dengan intensitas cahaya yang tepat
BAB
II TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran (diantarnya volume, massa, dan
tinggi) serta jumlah sel secara irreversible (tidak dapat kembali ke bentuk
semula). Pertumbuhan bersifat kuantitatif (dapat diukur) menggunakan
auksanometer. Pertumbuhan terjadi karena pertambahan jumlah sel dan pembesaran
sel. Proses ini terjadi akibat pembelahan mitosis pada jaringan bersifat
meristematik. Contoh, pertambahan tinggi batang dan jumlah daun.
Perkembangan adalah proses terspesialisasi sel menuju ke bentuk dan fungsi
tertentu yang mengarah ke tingkat kedewasaan yang bersifat kualitatif (tidak
dapat dihitung) dan irreversible. Contoh, munculnya bunga sebagai alat
perkembangbiakan.
2.2.
Tahapan Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
Pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman diawali dengan perkecambahan biji.
1.
Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil dari dalam biji) karena
pertumbuhan embrio di dalam biji menjadi tanaman baru. Embrio terdiri dari akar
lembaga (calon akar = radikula), daun lembaga (kotiledon) dan batang lembaga
(kaulikulus).
A.
Struktur Biji
Pada
biji tanaman dikotil maupun monokotil: Epikotil (bagian atas kotiledon) di
ujung epikotil terdapat Plumula (ujung batang & calon daun) merupakan poros
embrio yang tumbuh ke atas yang selanjutnya akan tumbuh menjadi daun pertama,
sedangkan Hipokotil (bagian bawah kotiledon) di ujungnya terdpat radikula
(calon akar) adalah poros embrio yang tumbuh ke bawah dan akan menjadi
akar primer.
Pada
tanaman monokotil, misalnya jagung, kotiledon mengalami modifikasi menjadi skutelum
dan koleoptil. Skutelum berfungsi sebagai alat penyerap makanan yang
terdapat di dalam endosperma, sedangkan koleoptil berfungsi melindungi plumula.
Selain itu, pada jagung juga terdapat koleoriza yang berfungsi melindungi
radikula.
Pada
biji dikotil yang berkecambah, embrio menyerap nutrient dari endosperma
(cadangan makanan) sehingga kotiledon mengecil pada akhirnya kisut dang lepas.
B.
Proses Perkecambahan
Proses
Fisika, (a) Terjadi ketika biji menyerap air (imbibisi) akibat dari potensial
air rendah pada biji yang kering.
Proses
Kimia, (b) Air yang masuk mengaktifkan embrio untuk melepaskan hormone
giberelin (GA). (c) Hormon GA mendorong aleuron (lapisan tipis bagian luar
endosperma) untuk sintesis dan mengeluarkan enzim. (d) Enzim bekerja
menghidrolisis cadangan makanan yang terdapat dalam kotiledon dan endosperma.
Proses ini menghasilkan molekul kecil larut dalam air, missal enzim amylase
menghidrolisis pati dalam endosperma menjadi gula. Selanjutnya gula dan zat
lain diserap dari endosperma oleh kotiledon selama pertumbuhan embrio menjadi
bibit tanaman.
C.
Macam Perkecambahan
Berdasarkan letak kotiledon pada saat perkecambahan, ada dua tipe
perkecambahan, yaitu :
- Perkecambahan Epigeal
Ciri
Perkecambahan ini : Terangkatnya kotiledon dan plamula ke permukaan tanah.
Pemanjangan terjadi pada bagian hipokotil (ruas batang dibawah kotiledon).
Perkecambahan ini umumnya terjadi pada biji tanaman Dicotyledoneae (kecuali
kacang kapri), contoh : kacang hijau, kacang kedelai, kapas.
- Perkecambahan Hipogeal
Ciri
Perkecambahan ini : Tertinggalnya kotiledon didalam tanah, sedang plamula tetap
menembus tanah. Pemanjangan terjadi pada epikotil (ruas batang diatas
kotiledon). Umumnya terjadi pada biji monocotyleddoneae, contoh : Jagung, padi.
dan Dicotyledoneae yaitu hanya kacang kapri.
Pada akhir perkecambahan terbentuk akar, batang dan
daun. Selanjutnya, tumbuhan mengalami pertumbuhan, yaitu :
- Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan
yang terjadi karena aktivitas meristem apical (terdapat pada ujung batang dan
ujung akar), menyebabkan pemanjangan akar dan batang.
- Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder terjadi akibat aktivitas
pembelahan mitosisi pada jaringan meristem sekunder (lateral) sehingga
mengakibatkan diameter batang dan akar bertambah besar. Meristem lateral
terbagi atas : Kambium vaskuler (terletak diantara xylem dan floem menyebabkan
pembelahan sel kearah dalam membentuk xylem dan kearah luar membentuk floem.
dan Kambium gabus (jaringan pelindung yang menggantikan fungsi jaringan
epidermis yang rusak/mati). Pertumbuhan sekunder terjadi pada tumbuhan dikotil.
Tanaman kacang
hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm,
tergantung varietasnya. Cabangnya menyamping pada bagian utama, berbentuk bulat
dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu.
Daunnya trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai
daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda
sampai hiaju tua. Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan,
keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri. Polong kacang
hijau berebntuk silindris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu
pendek. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan dan setelah tua berwarna hitam
atau coklat. Setiap polong berisi 10-15 biji.
Di dalam kacang hijau terdapat berbagai kandungan,
antara lain : Protein (memperkuat daya tahan tubuh). Kalsium dan fosfor
(memperkuat tulang). Vitamin B1 (membantu proses pertumbuhan dan
menghasilkan energy). Vitamin B2 (membantu penyerapan protein dalam tubuh).
Vitamin E (membantu meningkatkan kesuburan). Zat besi (membantu pembentukan sel
darah merah). Magnesium (menjaga fungsi otot dan syaraf) dan rendah lemak.
Terdapat antioksidan yang berguna bagi tubuh.
2.3.
Hipotesis
Hipotesis penelitian ini adalah cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan, yaitu menghambat pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Tumbuhan biji kacang hijau yang berada dilingkungan yang intensitas cahayanya
berbeda akan menghasilkan tinggi yang berbeda. Tumbuhan di tempat gelap akan
lebih cepat tinggi daripada tumbuhan yang berada di tempat terang/bercahaya.
Namun, memiliki perbedaan morfologi, meliputi : keadaan akar, batang dan daun
tumbuhan kacang hijau.
BAB III ALAT DAN BAHAN
Alat dan
Bahan yang digunakan :
1. Biji kacang hijau
2. Polibek hitam
3. Tanah
4. Air
5. Mistar
dan kertas
BAB IV HASIL DAN ANALISIS
3.1.
Tabel dan Data Hasil Penelitian
A.
Tempat terang
1) Tabel Pertumbuhan
|
Hari
Ke
|
Pertumbuhan
(cm)
|
Rata-rata
(cm)
|
||||
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
V
|
||
|
1
|
0.00
|
0.00
|
0.00
|
0.00
|
0.00
|
0.00
|
|
2
|
0.80
|
0.80
|
0.80
|
0.80
|
0.80
|
0.80
|
|
3
|
2.70
|
2.65
|
2.60
|
2.70
|
2.65
|
2.66
|
|
4
|
7.20
|
7.30
|
7.00
|
7.30
|
7.30
|
7.22
|
|
5
|
12.20
|
10.94
|
9.50
|
12.00
|
11.35
|
11.19
|
|
6
|
13.30
|
14.50
|
12.20
|
14.20
|
15.40
|
13.92
|
|
7
|
14.50
|
18.00
|
14.50
|
16.30
|
17.40
|
16.14
|
2)
Tabel Perkembangan
|
Hari
Ke-
|
Perkembangan
|
|
1
|
–
|
|
2
|
Akar mulai menembus tanah dan sebagai plamula mulai
tampak
|
|
3
|
Akar
mulai menamcap ketanah, Hipokotil keatas dan warna biji hijau muda
|
|
4
|
Akar
menancap kokoh ketanah, daun muncul bewarna hijau terbuka dan batang hijau
kuat
|
|
5
|
Daun terbuka semuanya dan mengarah kematahari
|
|
6
|
Daun
makin tebal dan bewarna hijau segar
|
|
7
|
Tumbuhan segar dan batang kokoh
|
B.
Tempat Gelap
1) Tabel Pertumbuhan
|
Hari
Ke
|
Pertumbuhan
(cm)
|
Rata-rata
(cm)
|
||||
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
V
|
||
|
1
|
0.00
|
0.00
|
0.00
|
0.00
|
0.00
|
0.00
|
|
2
|
1.00
|
1.00
|
1.00
|
1.00
|
1.00
|
1.00
|
|
3
|
3.80
|
3.80
|
3.90
|
3.90
|
3.90
|
3.86
|
|
4
|
9.00
|
9.00
|
9.20
|
9.15
|
9.10
|
9.09
|
|
5
|
14.5
|
14.50
|
15.50
|
16.00
|
15.10
|
15.11
|
|
6
|
21.00
|
22.30
|
21.70
|
22.40
|
20.30
|
21.54
|
|
7
|
26.00
|
24.50
|
25.00
|
27.50
|
23.50
|
25.30
|
2)
Tabel Perkembangan
|
Hari
Ke-
|
Perkembangan
|
|
1
|
–
|
|
2
|
Akar mulai menembus tanah dan sebagai plamula mulai
tampak
|
|
3
|
Akar
mulai menamcap ke tanah, Hipokotil keatas dan warna biji kuning muda dan ada
juga bewarna merah muda
|
|
4
|
Akar
menancap kokoh ke tanah, daun muncul tapi menguncup kekuningan dan batang
putih pucat
|
|
5
|
Daun
masih mengatup,Batang lemah pucat dan tumbuh menyebar
|
|
6
|
Daun
kuning tetap menguncup, Batang makin pucat dan lemah
|
|
7
|
Tumbuhan
pucat, daun tidak berkembang
|
3.2
Analisis Data
Pada
dasarnya tumbuhan membutuhkan cahaya. Banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan
tiap tumbuhan berbeda-beda. Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap
pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau dengan merendam kacang hijau
selama 18 jam dan meletakan 5 biji kacang hijau ke dalam polibek (polibek A2
dan polibeg B2) lalu meletakkan polibek A2 di tempat terang dan polibek B2
ditempat gelap. Dari tabel dan grafik pengamatan tinggi tanaman yang telah
diukur setelah 7 hari, ternyata didapat rata-rata tinggi tanaman kacang hijau
yang ditanam ditempat terang dan gelap adalah :
XA2
=
∑Tinggi Tanaman Tempat terang/6 = 49.122/6 = 8.19
cm
XB2
=
∑Ttinggi Tanaman Tempat gelap/6 = 72.858/6 =
12.14 cm
Jadi, selisih tinggi tanaman kacang hijau yang ditanam
ditempat terang dan gelap adalah :
X
= X2 – X1
= 12.14 – 8.19
= 3.95
Keterangan
:
X1
: Tanaman tempat
terang
∑1 = Jumlah tinggi tanaman tempat terang
X2
: Tanaman tempat
gelap
∑2 = Jumlah tinggi tanaman tempat gelap
X
: Selisih tinggi
tanaman
n = Jumlah hari selama penelitian (6 hari karena pada hari pertama tidak
mengalami pertumbuhan)
BAB
V PENUTUP
4.1.
Kesimpulan
Dari
hasil penelitian pengaruh faktor cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan
biji kacang hijau, dapat disimpulkan bahwa cahaya dapat mempengaruhi proses
pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Proses pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan membutuhkan cahaya. Namun, banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan
tiap tumbuhan berbeda-beda, begitu pula dengan tumbuhan kacang hijau.
Dari
penelitian yang telah dilakukan terhadap pertumbuhan dan perkecambahan biji
kacang hijau, biji kacang hijau yang diletakan ditempat gelap dan terang akan
mempunyai perbedaan. Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari secara
langsung (terang) pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar & tebal,
berwarna hijau, batang tegak, kokoh. Sedangkan, biji kacang hijau yang tidak
terkena cahaya matahari (gelap) pertumbuhannya lebih cepat tinggi (etiolasi)
dan daunnya tipis, berwarna pucat, batang melengkung tidak kokoh. Hal ini
terjadi karena cahaya memperlambat/menghambat kerja hormone auksin dalam
pertumbuhan meninggi (primer). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang
telah dibuat sebelumnya telah benar.
4.2.
Saran
Sebaiknya,
percobaan dilakukan dalam waktu yang lebih lama agar terlihat lebih jelas
dan lebih detail dalam menyimpulkan perbedaan antara tumbuhan yang berada
ditempat terang dan berada ditempat gelap. Juga peralatan yang lebih komplit
dan modern, seperti bukan menggunakan mistar tetapi menggunakan auksanometer
agar hasil lebih akurat.
Sebaiknya,
menanamnya di aqua gelas yang bening agar ketika difoto tampak jelas dari ujung
akar hingga ujung daun. Dan sebaiknya medium tempat tumbuh kacang hijau
tersebut lebih besar, agar pertumbuannya maksimal.
